<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Taste The Feeling</title>
	<atom:link href="http://nonieanggraini.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nonieanggraini.wordpress.com</link>
	<description>Just express it</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Apr 2008 14:26:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='nonieanggraini.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/75ab6c3616d2fd01cdd5049b109b6884?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Taste The Feeling</title>
		<link>http://nonieanggraini.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Mengupas Tuntas Tragedi Lapindo Brantas, Bahas Lumpur Panas Sidoarjo</title>
		<link>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/13/mengupas-tuntas-tragedi-lapindo-brantas-bahas-lumpur-panas-sidoarjo/</link>
		<comments>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/13/mengupas-tuntas-tragedi-lapindo-brantas-bahas-lumpur-panas-sidoarjo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 13:07:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonieanggraini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonieanggraini.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi &#8220;GEA&#8221; bekerjasama dengan Student Chapter AAPG ITB hari Sabtu, 2 September 2006 mengadakan sebuah seminar. Seminar dengan judul &#8220;Mengupas Tuntas Tragedi Lapindo Brantas&#8221; ini mengambil tempat di ruang multimedia GKU Timur pukul 09.00–12.00 WIB. Seminar ini hadir sebagai salah satu media diskusi bagi permasalahan semburan lumpur panas yang terjadi di Sidoarjo, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=22&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi &#8220;GEA&#8221; bekerjasama dengan Student Chapter AAPG ITB hari Sabtu, 2 September 2006 mengadakan sebuah seminar.<span id="more-22"></span> Seminar dengan judul &#8220;Mengupas Tuntas Tragedi Lapindo Brantas&#8221; ini mengambil tempat di ruang multimedia GKU Timur pukul 09.00–12.00 WIB. Seminar ini hadir sebagai salah satu media diskusi bagi permasalahan semburan lumpur panas yang terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur sejak Mei lalu. Seminar yang mengundang masyarakat kampus ITB untuk membahas kajian geologis dan teknik dari bencana lumpur panas akibat pengeboran gas oleh Lapindo Brantas tersebut.</p>
<p>Seminar ini menghadirkan pembicara Bambang P.Istadi, selaku Exporation and New Venture Manager Lapindo Brantas dan Dr.Ir, Rudi Rubiandini R.S. Bahasan yang tergali dari Bambang P. Istadi ialah sebab–sebab terjadinya semburan lumpur panas, rekomendasi dan permasalahan–permasalahan yang dihadapi Lapindo Brantas dalam penanggulangan lumpur panas tersebut. Pengeboran gas oleh Lapindo dilakukan di sumur Banjarpanji, Porong mulai Maret 2006 lalu, tapi terhenti akibat munculnya semburan lumpur panas tanggal 29 Mei 2006 pukul 05.00 WIB pada lokasi sekitar 150–200 m barat daya dari sumur. Semburan lumpur panas ini diduga berasal dari ‘mud volcano’ yang ada di luar sumur pengeboran. Lumpur panas yang keluar ini diduga merupakan lumpur yang berasal dari laut karena kandungan airnya yang asin sekitar 70% sedangkan lumpur 30%.</p>
<p>Upaya penanggulangan telah diusahakan dengan membuang lumpur ke laut via Kali Porong. Tapi upaya ini ditolak mentah–mentah oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) karena dikhawatirkan dapat menyebabkan pendangkalan dan tidak memenuhi standar baku mutu.. “(Lumpur—red) dibuang ke laut untuk mengembalikan (lumpur—red) ke asalnya, kok tidak boleh, padahal dulu juga diendapkan di laut,” tutur Bambang. Menurut Bambang, beban lumpur ini harus segera dikurangi karena kekuatan dan kapasitas tanggul yang dibangun Lapindo terbatas. Jika lumpur tidak segera dibuang, pihak Lapindo khawatir penduduk sekitar sumur akan terendam lumpur yang pada bulan Desember diperkirakan telah mencapai 10 juta m3.</p>
<p>Sebagai seorang insinyur, Dr. Ir. Rudi Rubiandini R.S. memperlihatkan masalah semburan lumpur di Sidoarjo dari kacamata teknik perminyakan. Pengeboran yang dilakukan oleh Lapindo Brantas tersebut dinilainya mengalami kesialan. Masalah–masalah teknis saat pengeboran gas terlambat ditanggulangi akibat gangguan non–teknis. “Pengeboran Sumur Banjarpanji menghadapi empat masalah teknis sekaligus, maka bencananya bisa sedahsyat itu,” ucap Rudi. Permasalahan teknis yang terjadi di sumur Banjarpanji dihadapi oleh pengeboran–pengeboran lain di dunia, tapi tidak secara bersamaan.</p>
<p>Skenario penanggulangan masalah tersebut telah dirancang, yaitu dengan mematikan sumur. Tiga skenario telah disiapkan oleh Lapindo Brantas, tapi skenario ketiga dianggap skenerio terbaik. Tiga skenario dijalankan secara paralel, tapi skenario 1 dan 2 telah gagal. Skenario 3 yang akan dilakukan ialah mengebor dari jarak yang aman kemudian dibelokkan ke titik terdalam yang telah dibor, lalu disirkulasi lumpur berat dan dipompa semen. Skenario 3 ini sudah mulai dijalankan tapi mengalami beberapa kendala non–teknis. Pertama, jangka waktu pelaksanaan skenario 3 diperkirakan selama 2 bulan yang ditakutkan sangat dekat dengan musim hujan. Kedua, pihak asuransi yang keberatan dengan pelaksanaan skenario 3. Masalah non–teknis juga dipicu dari kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat, terutama sekitar wilayah pengeboran, mengenai respon terhadap kondisi darurat pengeboran atau ‘emergency respond plan.’</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonieanggraini.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonieanggraini.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonieanggraini.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonieanggraini.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonieanggraini.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonieanggraini.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonieanggraini.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonieanggraini.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonieanggraini.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonieanggraini.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonieanggraini.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonieanggraini.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=22&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/13/mengupas-tuntas-tragedi-lapindo-brantas-bahas-lumpur-panas-sidoarjo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a00fc1768a1aa96a029b20fd4aca8534?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nonieanggraini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asal Mula Budaya Kekerasan di IPDN</title>
		<link>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/13/asal-mula-budaya-kekerasan-di-ipdn/</link>
		<comments>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/13/asal-mula-budaya-kekerasan-di-ipdn/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 12:21:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonieanggraini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonieanggraini.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat APDN daerah sedang mengalami perkembangan pesat dan mengembirakan, tetapi suasana di dalam Depdagri justru sebaliknya. Dalam waktu permulaan dasawarsa 90-an dalam pikiran Mendagri (Pur.Jenderal) dan Sekjen Depdagri waktu itu (Mayjen), mengenai APDN, mereka punya perbedaan lain, hanya ada satu di Indonersia. Dan satu-satunya APDN akan dibangun oleh Depdagri, mengganti yang lama. Kemudian pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=21&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada saat APDN daerah sedang mengalami perkembangan pesat dan mengembirakan, tetapi suasana di dalam Depdagri justru sebaliknya.<span id="more-21"></span> Dalam waktu permulaan dasawarsa 90-an dalam pikiran Mendagri (Pur.Jenderal) dan Sekjen Depdagri waktu itu (Mayjen), mengenai APDN, mereka punya perbedaan lain, hanya ada satu di Indonersia. Dan satu-satunya APDN akan dibangun oleh Depdagri, mengganti yang lama. Kemudian pada tahun 1990 IPDN (masih APDN) sudah siap untuk dibuka.</p>
<p>Setelah itu gedung-gedung IPDN sudah selesai dibangun di Jati Nangor, Sumedang, Jawa Barat. Gedung-gedung dan komplek yang dbangun sangat bagus dan luas (150 ha) dengan pembiayaan dari 27 provinsi se-Indonesia. Maka secara resmi IPDN dibuka, dan secara resmi pula APDN dinyatakan ditutup. Di dalam pikiran mereka, IPDN nanti akan menjadi seperti AKABRI. Dan nanti juga akan menjadi lembaga kebanggan mereka, karena IPDN dibentuk dengan mengadopsi AKABRI.</p>
<p>Rektor yang pertama di IPDN (dulu direktur) adalah seorang ABRI (Brigjen), rektor yang kedua juga seorang ABRI (Mayjen). Pejabat dan pengasuhnya banyak diambil dari ABRI dengan mengadopsi pola pembinaan AKABRI, membuat nuansa militer sangat terasa di lingkungan kampus IPDN. Bahkan para praja sempat ditempatkan di koramil-koramil dan beberapa lulusan IPDN angkatan atu ada yang berpangkat Letnan II dan menjadi komandan-komandan di mana mereka ditempatkan.</p>
<p>Perubahan situasi di Indonesia (reformasi 1998) menyebabkan berkurangnya jabatan yang dipegang ABRI termasuk di IPDN dan seterusnya. Akan tetapi, perubahan kepemimpinan dari pejabat militer ke pejabat sipil di IPDN sama sekali tidak berubah dalam pola-pola pembinaan.</p>
<p>Para praja masih tetap menjalani latihan-latihan yang keras, kadang-kadang terlalu keras. Sampai sekarang banyak masyarakat yang menghendaki agar IPDN ditutup atau masih diteruskan tetapi harus dirubah pola-pola pembinaannya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonieanggraini.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonieanggraini.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonieanggraini.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonieanggraini.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonieanggraini.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonieanggraini.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonieanggraini.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonieanggraini.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonieanggraini.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonieanggraini.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonieanggraini.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonieanggraini.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=21&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/13/asal-mula-budaya-kekerasan-di-ipdn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a00fc1768a1aa96a029b20fd4aca8534?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nonieanggraini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kita Juga Bisa Peduli Lingkungan!</title>
		<link>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/11/kita-juga-bisa-peduli-lingkungan/</link>
		<comments>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/11/kita-juga-bisa-peduli-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 05:25:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonieanggraini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonieanggraini.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Masalah pencemaran lingkungan bisa diatasi kalau dilakukan usaha pencegahan secara terus-menerus. Kita mulai yuk dari diri kita sendiri. 
Pernah enggak kita datang ke restoran buffet, lapar mata, ambil makanan banyak-banyak, tapi enggak dihabisin? Atau, melihat tetangga membuang sampah di kali belakang rumah? Atau, terpaksa menghirup asap hitam dari knalpot kendaraan lantaran setiap hari harus melewati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=17&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Masalah pencemaran lingkungan bisa diatasi kalau dilakukan usaha pencegahan secara terus-menerus. Kita mulai yuk dari diri kita sendiri. </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Pernah enggak kita datang ke restoran buffet, lapar mata, ambil makanan banyak-banyak, tapi enggak dihabisin? Atau, melihat tetangga membuang sampah di kali belakang rumah? Atau, terpaksa menghirup asap hitam dari knalpot kendaraan lantaran setiap hari harus melewati kawasan macet?</span><span id="more-17"></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Bayangin, berapa banyak orang yang punya kebiasaan buruk seperti ini? Lalu, segede apa pengaruhnya buat lingkungan dan kesehatan kita?</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Mungkin kita enggak pernah memikirkan semua itu. Masalah lingkungan rasanya memang bukan sesuatu yang menarik buat diobrolin. Padahal harusnya kita justru cemas karena sudah terjadi berbagai tragedi lingkungan, dari banjir yang masih setia mendatangi Jakarta saban musim hujan, pencemaran air di Teluk Buyat, sampai longsornya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, yang menewaskan lebih dari 100 orang.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Kita masih akan meneruskan tradisi baru bertindak setelah ada kejadian?</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Mudah-mudah enggak untuk waktu yang akan datang. Beberapa teman kita rupanya sudah menyadari hal itu sehingga mereka lebih dulu ngambil tindakan. Mereka adalah Rahima Indria Hanifa, Erwina Tobing, Rosidah Hardiani, dan Wulan Sary, yang memenangkan seleksi dari PT Bayer Indonesia untuk mengikuti Bayer Young Environmental Envoy 2005 di Leverkusen, Jerman, 14-17 November lalu.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><strong>Lewat seleksi</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Sesuai namanya, acara ini dihadiri duta-duta muda lingkungan untuk membahas bahaya yang mengancam lingkungan saat ini. Buat mengikuti acara ini mereka harus membuat esai dalam bahasa Inggris yang menceritakan proyek yang mereka kerjakan untuk mencegah pencemaran lingkungan. Kemudian mereka harus mempresentasikan esai tersebut dalam sesi pelatihan di Eco Camps, yang digelar di Puspitek, Serpong (kalau pengin tahu seleksi untuk tahun depan, buka saja www.bayeryoungenvoy.com). Di sinilah Rosidah cs berhasil menyisihkan 11 peserta lain.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Di Leverkusen delegasi Indonesia bertemu dengan delegasi dari negara lain, kayak Cina, Thailand, Filipina, Korea, Venezuela, Polandia, Brasil, Colombia, Ekuador, sampai Kenya. Beda negara, tetapi satu persamaan mereka: semua peduli pada lingkungan.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Kirain di Filipina gue satu- satunya orang yang ngurusin lingkungan. Di sini gue baru tahu, ternyata gue punya banyak teman, celetuk Jeffrey P Mora dari Filipina, yang punya proyek membangun rumah-rumah sehat buat kaum papa di Quezon City.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Teman yang lain, Yvonne Maingei dari Kenya, bergabung sebagai konsultan muda di United Nations Environmental Programme di negaranya. Umurnya baru 18 tahun, tetapi ia banyak terlibat di aksi pemberantasan kemiskinan dan kesetaraan jender. Tugas gue termasuk melobi pemerintah. Gue seneng, di sini jadi banyak dapet ide, katanya, dengan bahasa Inggris yang sangat bagus.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Para envoy (begitu mereka disebut) terlihat surprise banget selama empat hari mengikuti presentasi dan field trip di pusat-pusat penelitian milik Bayer. Pada hari pertama saja mereka baru tahu kalau Bayer enggak cuma bikin Aspirin. Bayer punya tiga area bisnis utama: Bayer Healthcare, Cropscience, dan Materialscience.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Healthcare selain memproduksi obat-obatan juga melakukan penelitian untuk diagnosa dan perawatan penyakit yang dialami manusia maupun hewan. Cropscience melakukan berbagai perlindungan terhadap tumbuhan (misalnya dari insektisida atau hama). Sementara Materialscience antara lain memproduksi polimer, bahan baku plastik, yang dipakai untuk membuat berbagai kostum dan peralatan olahraga. Bola yang dipakai di Piala Dunia 2002 dan Piala Eropa 2004 tuh juga bikinan Bayer lho (jangan lupa juga, ada klub Bayer Leverkusen di sini!).</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Kenapa Bayer ikut-ikutan di urusan bola? Ya&#8230; karena ini termasuk bagian dari tanggung jawab mereka di bidang sosial.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><strong>Menangani sampah</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Banyak hal yang dilakukan Jerman sebagai upaya perlindungan terhadap lingkungan. Sudah banyak perusahaan yang merintis usaha tersebut, termasuk Bayer. Salah satu yang menjadi perhatian utama para envoy adalah waktu berkunjung ke Avea, sebuah perusahaan pengolahan sampah.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Di Jerman hukum mengenai masalah pembuangan sampah sudah ada sejak tahun 1976. Bertahun-tahun kemudian terus dilakukan pengembangan amandemen tentang Law of Waste Disposal. Prioritasnya adalah mengurangi jumlah sampah dan menciptakan sistem pembuangan yang ramah lingkungan, dengan prinsip reduce, recycle, dan reusable.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Enggak heran di berbagai tempat sudah disediakan tong sampah yang sudah dipilah. Minimal dua macam: plastik dan kertas. Ada pula sampah gelas, yang dibagi tiga: gelas hijau, merah, dan coklat. Semua sampah ini termasuk jenis sampah yang bisa didaur ulang.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Di Avea sendiri ada 35 macam pemilahan sampah. Dari sampah tanaman, kertas, kayu, besi, elektronik, styrofoam, tembaga, dan lain-lain. Kalau TV kita rusak, bisa kita titip buang di sini.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Banyak juga perusahaan yang membuang sampah perusahaan mereka. Kenapa masalah sampah begitu diperhatikan di negara ini, enggak lain karena sampah termasuk sumber masalah lingkungan yang utama. Problem itu muncul ketika sampah sudah sampai di tahap pembakaran atau pembuangan di TPA. Mau tahu apa akibatnya kalau sampah dibiarkan menggunung di TPA?</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Sampah organik (terutama yang berasal dari sisa makanan atau tanaman) adalah jenis sampah yang paling mengakibatkan polusi. Pembusukan sampah basah bisa menimbulkan gas metana, karbon dioksida, dan gas beracun lain. Selain bau, rembesan airnya bisa bikin kualitas tanah menurun. Lalat dan tikus bisa pesta pora di situ, terus nyebar bibit penyakit. Sedangkan kalau sampah dibuang ke kali, selain air jadi tercemar, juga menyebabkan banjir.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Sebenarnya ada cara efektif untuk menangani sampah organik ini, yaitu dengan memprosesnya menjadi pupuk kompos. Maklum, sampah organik kelihatannya masih sulit dikurangi jumlahnya. Enggak cuma di Indonesia, tetapi juga di negara- negara gede lain. Survei yang dibuat Texas Cooperative Extensive Agency, misalnya, menyebutkan bahwa 25 persen dari makanan layak santap di Amrik jadi jatah tong sampah. Di Inggris sepertiga dari makanan yang dikonsumsi manusia juga berakhir di tempat yang sama.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;"><strong>Bebas polusi</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Hal lain yang juga ditekan oleh Jerman adalah polusi udara. Ada stasiun pengontrol kualitas udara yang diletakkan dekat lampu lalu lintas, di kawasan perumahan, dan di kawasan industri. Buat mengurangi emisi dari kendaraan, beberapa kawasan padat, kayak dekat mal atau perkantoran, bahkan melarang pemilik mobil memarkir kendaraannya di pinggir jalan. Lalu lintas juga diatur supaya tidak ada kendaraan yang terhenti karena menunggu kendaraan lain berbelok atau berputar. Ini untuk menghindari gas buangan dari mobil yang terpaksa berhenti dalam keadaan mesin menyala.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Sekadar tahu, emisi dari kendaraan itu mengandung racun hidrokarbon, timbal, dan karbon monoksida. Racun-racun ini bisa menyebabkan penyakit, mulai dari iritasi kulit, asma, menurunnya fungsi paru-paru, penyakit jantung, sampai kanker.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Masih banyak proyek yang dilakukan, kayak membangun pabrik pembakaran sampah yang sistemnya dapat mengurangi emisi. Membangun industri kimia yang lebih ramah lingkungan (bebas dari polusi air, udara, suara, dan getaran), membangun laboratorium penelitian untuk mengukur kadar pencemaran air, serta mendesain peta banjir di Sungai Rhein. Lengkap deh!</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Pulang dari sini semestinya langsung dapat gelar insinyur. Kuliah gue empat tahun dikebut empat hari di sini, canda Rahima, yang kuliah di Teknik Lingkungan.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Sementara itu, Erwina mengaku sangat terinspirasi dengan kunjungannya ke Avea. Cewek yang kerap disapa Wina ini juga menikmati perjalanannya di Sungai Rhein. Di sini ada kapal bernama Max PrÃ¼ss milik State Environmental Protection Agency yang dilengkapi laboratorium pengontrol kualitas air.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Di sana kan ada peta yang nunjukin kawasan yang dikurangi tingkat pencemarannya. Hal tersebut sangat menimbulkan pemikiran, apa ya yang bisa dilakukan untuk Kali Ciliwung, cerocos cewek yang doyan fotografi ini.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Sayangnya, teknologi yang sudah dikembangkan oleh Bayer itu enggak serta-merta bisa dicomot dan diterapin di Indonesia. Namanya juga bisnis, jadi ada hak patennya. Ini kan hasil investasi yang nilainya tentu miliaran euro. Investasi yang tujuannya untuk ngutip moto Bayer, Science for a Better Life.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Orang-orang di berbagai laboratorium itu sudah memikirkan nasib kita di masa depan. Yang mereka capai saat ini adalah hasil usaha yang terus-menerus selama puluhan tahun. Selain ada komitmen dari pemerintah dan pemilik industri, rakyatnya juga mau diajak teratur.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:x-small;">Meski begitu, enggak susah kok meniru yang mereka lakukan. Kita mulai dari diri kita aja, mulai hari ini!</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonieanggraini.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonieanggraini.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonieanggraini.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonieanggraini.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonieanggraini.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonieanggraini.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonieanggraini.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonieanggraini.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonieanggraini.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonieanggraini.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonieanggraini.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonieanggraini.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=17&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/11/kita-juga-bisa-peduli-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a00fc1768a1aa96a029b20fd4aca8534?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nonieanggraini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Little Story</title>
		<link>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/08/little-story/</link>
		<comments>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/08/little-story/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 08:43:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonieanggraini</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Heart]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonieanggraini.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Kata Kata Kasar
Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. “Oh, maafkan saya”
adalah reaksi saya. Ia berkata, “Maafkan saya juga; Saya tidak melihat
Anda.” Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan.
Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.
Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan
orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda. Pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=13&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1><span style="color:#008000;">Kata Kata Kasar</span></h1>
<p>Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. “Oh, maafkan saya”<br />
adalah reaksi saya. Ia berkata, “Maafkan saya juga; Saya tidak melihat<br />
Anda.” Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan.<br />
Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.<span id="more-13"></span></p>
<p>Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan<br />
orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda. Pada hari itu juga, saat saya tengah<br />
memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya. Ketika<br />
saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh. “Minggir,” kata saya<br />
dengan marah.<br />
Ia pergi, hati kecilnya hancur. Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata<br />
saya kepadanya.</p>
<p>Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus Tuhan berbicara padaku,<br />
“Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, kesopanan kamu<br />
gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan<br />
dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan<br />
beberapa kuntum bunga dekat pintu.”<br />
“Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu; merah muda, kuning<br />
dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang akan<br />
ia buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu.”</p>
<p>Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes. Saya<br />
pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya,<br />
“Bangun, nak, bangun,” kataku. “Apakah bunga-bunga ini engkau petik<br />
untukku?” Ia tersenyum, ” Aku menemukannya jatuh dari pohon. “Aku<br />
mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan<br />
menyukainya, terutama yang berwarna biru.”</p>
<p>Aku berkata, “Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu; Ibu<br />
seharusnya tidak membentakmu seperti tadi.”<br />
Si kecilku berkata, “Oh, Ibu, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”<br />
Aku pun membalas, “Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai<br />
bunga-bunga ini, apalagi yang biru.”</p>
<p>Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita<br />
bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan<br />
hari? Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa<br />
hidup mereka.</p>
<p>Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita<br />
ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana,<br />
bukan?</p>
<p>Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas?<br />
Apakah anda tahu apa arti kata KELUARGA?<br />
Dalam bahasa Inggris, KELUARGA = FAMILY.<br />
FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER, (I), (L)OVE, (Y)<br />
Teruskan cerita ini kepada orang-orang yang kau pedulikan. Saya telah<br />
melakukannya.</p>
<h4><span style="color:#ffff00;"><em>Diterjemahkan dari : HARSH WORDS</em></span></h4>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonieanggraini.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonieanggraini.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonieanggraini.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonieanggraini.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonieanggraini.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonieanggraini.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonieanggraini.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonieanggraini.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonieanggraini.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonieanggraini.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonieanggraini.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonieanggraini.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=13&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/08/little-story/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a00fc1768a1aa96a029b20fd4aca8534?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nonieanggraini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>@ WoRk&#8230;</title>
		<link>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/08/work/</link>
		<comments>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/08/work/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 07:15:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonieanggraini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Me and Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonieanggraini.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[@#$%!&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;@#$%!

       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=10&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1><span style="color:#ff00ff;">@#$%!&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;@#$%!</span></h1>
<p><a href="http://nonieanggraini.files.wordpress.com/2008/04/ak000084.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-9" src="http://nonieanggraini.files.wordpress.com/2008/04/ak000084.jpg?w=226&#038;h=166" alt="" width="226" height="166" /></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonieanggraini.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonieanggraini.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonieanggraini.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonieanggraini.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonieanggraini.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonieanggraini.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonieanggraini.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonieanggraini.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonieanggraini.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonieanggraini.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonieanggraini.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonieanggraini.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=10&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/08/work/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a00fc1768a1aa96a029b20fd4aca8534?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nonieanggraini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nonieanggraini.files.wordpress.com/2008/04/ak000084.jpg?w=400" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>When We&#8217;re Studying</title>
		<link>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/08/when-were-studying/</link>
		<comments>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/08/when-were-studying/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 07:03:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonieanggraini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Me and Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonieanggraini.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Me  and  my  Friend

       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=7&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1><span style="color:#ff00ff;"><strong>Me  and  my  Friend</strong></span></h1>
<p><a href="http://nonieanggraini.files.wordpress.com/2008/04/1x-foto-8ooo13871.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-8" src="http://nonieanggraini.files.wordpress.com/2008/04/1x-foto-8ooo13871.jpg?w=235&#038;h=231" alt="" width="235" height="231" /></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonieanggraini.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonieanggraini.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonieanggraini.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonieanggraini.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonieanggraini.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonieanggraini.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonieanggraini.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonieanggraini.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonieanggraini.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonieanggraini.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonieanggraini.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonieanggraini.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=7&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/04/08/when-were-studying/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a00fc1768a1aa96a029b20fd4aca8534?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nonieanggraini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nonieanggraini.files.wordpress.com/2008/04/1x-foto-8ooo13871.jpg?w=400" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MARINIR IKUT PEDULI GLOBAL WARMING</title>
		<link>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/03/26/marinir-ikut-peduli-global-warming/</link>
		<comments>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/03/26/marinir-ikut-peduli-global-warming/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 11:51:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonieanggraini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonieanggraini.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 25 Maret 2008, diperingati oleh Pasukan Marinir I sebagai hari ulang tahun yang ke-7. Perayaan ulang tahun yang ketujuh itu selain ditandai dengan berbagai lomba ketangkasan militer, juga dilakukan penanaman pohon di kompleks Bumi Marinir Karang Pilang, Surabaya. Komandan Pasukan Marinir I yang hadir pada perayaan ulang tahun itu menegaskan bahwa Marinir ikut membantu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=20&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tanggal 25 Maret 2008, diperingati oleh Pasukan Marinir I sebagai hari ulang tahun yang ke-7. Perayaan ulang tahun <span id="more-20"></span>yang ketujuh itu selain ditandai dengan berbagai lomba ketangkasan militer, juga dilakukan penanaman pohon di kompleks Bumi Marinir Karang Pilang, Surabaya. Komandan Pasukan Marinir I yang hadir pada perayaan ulang tahun itu menegaskan bahwa Marinir ikut membantu program perlindungan iklim dengan penanaman pohon.</p>
<p>Bumi Marinir Karang Pilang menempati lahan yang sangat luas dibagian Selatan Surabaya. Kompleks ini dijadikan sebagai tempat untuk membina pasukan marinir. Kawasan ini diterdapat sarana dan prasarana untuk latihan pasukan seperti lapangan tembak, kolam untuk latihan berenang (bukan kolam renang seperti umum), lapangan olah raga militer dan fasilitas lainnya.</p>
<p>Lahan yang luas itu sebagian masih berupa  tegalan yang ditumbuhi tanaman perdu, malahan  ada yang masih digunakan sebagai sawah untuk menanam padi. Meski ada beberapa pohon pelindung, tapi tampaknya masih banyak lahan terbuka yang perlu ditanami pohon. Karena itulah pada perayaan ulang tahun Pasmar I tahun ini diadakan juga kegiatan penanaman pohon. Pohon yang ditanam terdiri dari 2 jenis yaitu trembesi dan mahoni.</p>
<p>Recananya  penaman pohon akan terus dilaksanakan, sehingga semakin banyak pohon yang ditanam di kompleks marinir Karang Pilang. Tentara ikut peduli global warming, marinir ikut tanam pohon. Semoga kegiatan itu terus berlangsung.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonieanggraini.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonieanggraini.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonieanggraini.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonieanggraini.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonieanggraini.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonieanggraini.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonieanggraini.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonieanggraini.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonieanggraini.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonieanggraini.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonieanggraini.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonieanggraini.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=20&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/03/26/marinir-ikut-peduli-global-warming/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a00fc1768a1aa96a029b20fd4aca8534?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nonieanggraini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Once Upon a Time</title>
		<link>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/03/08/once-upon-a-time/</link>
		<comments>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/03/08/once-upon-a-time/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 08:54:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonieanggraini</dc:creator>
				<category><![CDATA[For Heart]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[More]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonieanggraini.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah di suatu negeri burung, tinggallah bermacam-macam keluarga burung. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Mulai dari yang bersuara lembut hingga yang bersuara menggelegar. Mereka tinggal di suatu pulau nun jauh di balik bukit pegunungan. Sebenarnya selain jenis burung masih ada hewan lain yang hidup di sana. Namun sesuai namanya negeri burung, yang berkuasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=14&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alkisah di suatu negeri burung, tinggallah bermacam-macam keluarga burung. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Mulai dari yang bersuara lembut hingga yang bersuara menggelegar. Mereka tinggal di suatu pulau nun jauh di balik bukit pegunungan.<span id="more-14"></span> Sebenarnya selain jenis burung masih ada hewan lain yang hidup di sana. Namun sesuai namanya negeri burung, yang berkuasa dari kelompok burung. Semua jenis burung ganas, seperti, burung pemakan bangkai, burung Kondor, burung elang dan rajawali adalah para penjaga yang bertugas melindungi dan menjaga keselamatan penghung negeri burung.  Burung-burung kecil bersuara merdu, bertugas sebagai penghibur. Kicau mereka selalu terdengar sepanjang hari, selaras dengan desau angin dan gesekan daun. Burung-burung berbulu warna warni, pemberi keindahan.  Mereka bertugas bekeliling negri melebarkan sayapnya, agar warna-warni bulunya terlihat semua penghuni. Keindahan warnanya menimbulkan kegembiraan. Dan rasa gembira bisa menular bagai virus, sehingga semua penghuni merasa senang.  Pada suatu ketika, seekor induk elang tengah mengerami telur-telurnya. Setiap pagi elang jantan datang membawa makanan untuk induk elang. Akhirnya, di satu pagi musim dingin telur-telur mulai menetas. Ada 3 anak elang yang nampak kuat berdiri. Dua anak elang hanya mampu mengeluarkan kepalanya dari cangkang telur harus berakhir dalam paruh sang ayah.  Dengan tangkas, elang jantan mengoyak cangkang telur lalu mematuk-matuk calon anak yang tak jadi. Perlahan-lahan sang induk memberikan potongan-potongan tubuh anaknya ke dalam paruh mungil anak-anak elang. Kejam&#8230;? Ini hanya masalah kepraktisan. Untuk apa terbang dan mencari makan jauh-jauh jika ada daging bangkai di dalam sarang. Sebagai hewan, elang hanya mempunyai naluri dan akal tanpa nurani. Inilah yang membedakan manusia dan hewan.  Waktu berjalan terus, hari berganti hari. Anak-anak elang yang berbentuk jelek karena tak berbulu, kini mulai menampakkan keasliannya. Bulu-bulu halus mulai menutupi daging di tubuh masing-masing. Kaki kecil anak-anak elang sudah mampu berdiri tegak. Walau kedua sayapnya belum tumbuh sempurna.  Induk elang dan elang jantan, bergantian menjaga sarang. Memastikan tak ada ular yang mengincar anak-anak elang dan memastikan anak-anak elang tak jatuh dari sarang yang berada di ketinggian pohon.  Suatu pagi, saat induk elang akan mencari makan dan bergantian dengan elang jantan menjaga sarang. Salah seekor anak elang bertanya: &#8220;Kapankah aku bisa terbang seperti ayah dan ibu?&#8221;  Induk elang dan elang jantan tersenyum, bertukar pandang lalu elang jantan berkata: &#8220;Waktunya akan tiba, anakku. Jadi sebelum waktu itu tiba, makanlah yang banyak dan pastikan tubuhmu sehat serta kuat&#8221;. Usai sang elang jantan berkata, induk elang merentangkan sayapnya lalu mengepakkan kuat-kuat.  Hanya dalam hitungan yang cepat, induk elang tampak menjauhi sarang. Terlihat bagai sebilah papan berawarna coklat melayang di awan. Anak-anak elang, masuk di bawah sayap elang jantan. Mencari kehangatan kasih sang jantan.  Waktu berjalan terus, musim telah berganti dari musim dingin ke musim semi. Seluruh permukaan pulau mulai menampakan warna-warni dedaunan. Bahkan sinar mentari memberi sentuhan warna yang indah.  Anak-anak elang pun sudah semakin besar dan sayapnya mulai ditumbuhi bulu-bulu kasar. Suatu ketika seeor anak elang berdiri di tepi sarang, ketika ada angin kencang, kakinya tak kuat mencengkram tepi sarang sehingga ia meluncur ke bawah. Induk elang langsung merentangkan sayang dan mendekati sang anak seraya berkata: &#8220;Rentangkan dan kepakan sayapmu kuat-kuat!&#8221;  Tapi rasa takut dan panik menguasai si anak elang karenanya ia tak mendengar apa yang dikatakan ibunya. Elang jantan menukik cepat dari jauh dan membiarkan sayapnya terentang tepat sebelum si anak mendarat di tanah. Sayap elang jantan menjadi alas pendaratan darurat si anak elang.  Si anak elang yang masih diliputi rasa panik dan takut tak mampu bergerak. Tubuhnya bergetar hebat. Induk elang, dengan kasih memeluk sang anak. Menyelipkan di bawah sayapnya dan memberikan kehangatan. Sesudah si anak tenang dan tak gemetar, induk elang dan elang jantan membawa si anak kembali ke sarang.  Peristiwa itu menimbulkan rasa trauma pada si anak elang. Jangankan berlatih terbang dengan merentangkan dan mengepakkan sayap. Berdiri di tepi sarang saja ia sangat takut. Kedua saudaranya sudah mulai terbang dalam jarak pendek. Hal pertama yang diajarkan induk dan elang dan elang jantan adalah berusaha agar tidak mendarat keras di dataran.  Lama berselang setelah melihat e dua saudaranya berlatih, si elang yang pernah jatuh bertanya pada ibunya: &#8220;Adakah jaminan aku tidak akan jatuh lagi?&#8221; &#8220;Selama aku dan ayahmu ada, kamilah jaminanmu!&#8221; jawab si induk elang dengan penuh kasih. &#8220;Tapi aku takut!&#8217; ujar si anak &#8220;Kami tahu, karenanya kami ta memaksa.&#8221; Jawab si induk elang lagi. &#8220;Lalu apa yang harus kulakukan agar aku beraai?&#8221; tanya si anak &#8220;Untuk berani, kamu harus menghilangkan rasa takut!&#8221; &#8220;Bagaimana caranya?&#8221; &#8220;Percayalah pada kami!&#8221; Ujar elang jantan yang tiba-tiba sudah berada di tepi sarang.  Si anak diam dan hanya memandang jauh ke tengah lautan. Tiba-tiba si anak elang bertanya lagi. &#8220;Menurut ibu dan ayah, apakah aku mampu terbang keseberang lautan?&#8221; Dengan tenang si elang jantan berkata: &#8220;Anakku kalau kau tak pernah merentangkan dan mengepakkan sayapmu, kami tidak pernah tahu, apakah kamu mampu atau tidak. Karena yang tahu hanya dirimu sendiri!&#8221;  Lalu si induk elang menambahkan: &#8220;Mulailah dari sekarang, karena langkah kecilmu akan menjadi awal perubahan hidupmu. Semua perubahan di mulai dari langkah awal, anakku!&#8221;  Si anak elang diam tertegun, memandang takjub pada induk elang dan elang jantan. Kini ia sadar, tak ada yang tahu kemampuan dirinya selain dirinya sendiri. Kedua orang tuanya hanya memberikan jaminan mereka ada dan selalu ada, jika si anak memerlukan.  Didorong rasa bahagia akan cinta kasih orang tuanya, si elang kecil berjanji akan berlatih dan mencoba. Ketika akhirnya ia menggantikan elang jantan menjadi pemimpin keselamatan para penghuni negeri burung, maka tahulah ia, bahwa kesuksesan yang diraihnya adalah di mulai saat tekad terbangun untuk melangkah. Sukses itu tak pernah ada kalau hanya sebatas tekad. Tapi tekad itu harus diwujudan dengan tindakan nyata walau di mulai dari langkah yang kecil.  Mulailah rentangkan dan kepakkan sayap kemampuanmu, maka dunia ada digenggamanmu!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonieanggraini.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonieanggraini.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonieanggraini.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonieanggraini.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonieanggraini.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonieanggraini.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonieanggraini.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonieanggraini.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonieanggraini.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonieanggraini.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonieanggraini.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonieanggraini.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=14&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/03/08/once-upon-a-time/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a00fc1768a1aa96a029b20fd4aca8534?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nonieanggraini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>For Inspiration</title>
		<link>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/02/08/for-inspiration/</link>
		<comments>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/02/08/for-inspiration/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Feb 2008 09:08:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonieanggraini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[More]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonieanggraini.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[PRINSIP 90/10 ( Oleh : STEPHEN COVEY)  Bagaimana prinsip 90/10 itu ?  &#8211; 10% dari hidup anda terjadi karena apa yang langsung anda alami. &#8211; 90% dari hidup anda ditentukan dari cara anda bereaksi.  Apa maksudnya ? Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri anda.  Contohnya : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=15&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>PRINSIP 90/10 ( Oleh : STEPHEN COVEY)  Bagaimana prinsip 90/10 itu ?  &#8211; 10% dari hidup anda terjadi karena apa yang langsung anda alami. &#8211; 90% dari hidup anda ditentukan dari cara anda bereaksi.  Apa maksudnya ?<span id="more-15"></span> Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri anda.  Contohnya : Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan hal ini akan membuang seluruh schedule anda. Kemacetan telah menghambat seluruh rencana anda. Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10% ini. Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini. Bagaimana caranya ? â€¦. Dari cara reaksi anda !! Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi anda dapat mengontrol reaksi anda.  Marilah kita lihat contoh dibawah ini :  Kondisi 1  Anda makan pagi dengan keluarga anda. Anak anda secara tidak sengaja menyenggol cangkir kopi minuman anda sehingga pakaian kerja anda tersiram kotor. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja terjadi.  Reaksi anda : Anda bentak anak anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian anda. Anak anda akhirnya menangis. Setelah membentak, anda menoleh ke istri anda dan mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir diujung meja. Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan cepat-cepat ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis sambil menghabiskan makan paginya. Akhirnya anak anda ketinggalan bis. Istri anda harus secepatnya pergi kerja. Anda buru-buru ke mobil dan mengantar anak anda ke sekolah. Karena anda telat, anda laju mobil dengan kecepatan 70 km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam. Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,- karena melanggar lalu lintas, akhirnya anda sampai di sekolah. Anak anda secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit. Setelah tiba di kantor dimana anda telat 20 menit, anda baru ingat kalau tas anda tertinggal di rumah. Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan semakin buruk. Pikiran anda terganggu karena kondisi di rumah. Pada saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan istri dan anak anda.  Mengapa ? â€¦ Karena cara anda bereaksi pada pagi hari. Mengapa anda mengalami hari yang buruk ?* 1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi ? 2. Apakah penyebabnya karena anak anda ? 3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas ? 4. Apakah anda penyebabnya ? Jawabannya adalah No. 4 yaitu penyebabnya adalah anda sendiri !! Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yang terjadi pada cangkir kopi. Cara anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab hari buruk anda.  Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya anda sikapi.  Kondisi 2  Cairan kopi menyiram baju anda. Begitu anak anda akan menangis, anda berkata lembut : &#8220;Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya.&#8221; Anda ambil handuk kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian dan mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela ruang depan dan melihat anak anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke anda. Anda kemudian mengecup lembut pipi istri anda dan mengatakan : &#8220;Sampai jumpa makan malam nanti.&#8221; Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah menegur staff anda. Bos anda mengomentari semangat dan kecerahan hari anda di kantor. Apakah anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut ?  2 (dua) skenario berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama, diakhiri dengan kondisi berbeda.  Mengapa ? Ternyata penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi ! Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi. Tetapi yang 90% tergantung dari reaksi anda sendiri. Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10. Jika ada orang yang mengatakan hal buruk tentang anda, jangan cepat terpancing. Biarkan serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan membiarkan komentar buruk tersebut mempengaruhi anda. Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan anda: kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan.  Bagaimana reaksi anda jika mobil anda mengalami kemacetan dan terlambat masuk kantor ? Apakah anda akan marah ? Memukul stir mobil ? Memaki-maki ? Apakah tekanan darah anda akan naik cepat ? Siapa yang peduli jika anda datang telat 10 detik ? Kenapa anda biarkan kondisi tersebut merusak hari anda ? Cobalah ingat prinsip 90/10 dan jangan khawatir, masalah anda akan cepat terselesaikan.  Contoh lain : &#8211; Anda dipecat. Mengapa anda sampai tidak bisa tidur dan khawatir ? Suatu waktu akan ada jalan keluar. Gunakan energi dan waktu yang hilang karena kekhawatiran tersebut untuk mencari pekerjaan yang lain.  &#8211; Pesawat terlambat. Kondisi ini merusak seluruh schedule anda. Kenapa anda marah-marah kepada petugas tiket di bandara ? Mereka tidak dapat mengendalikan terhadap apa yang terjadi. Kenapa harus stress ? Kondisi ini justru akan memperburuk kondisi anda. Gunakan waktu anda untuk mempelajari situasi, membaca buku yang anda bawa, atau mengenali penumpang lain.  Sekarang anda sudah tahu prinsip 90/10. Gunakanlah dalam aktivitas harian anda dan anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yang hilang dan hasilnya sangat menakjubkan.  Sudah berjuta-juta orang menderita akibat stress, masalah berat, cobaan hidup dan sakit hati yang sebenarnya hal ini dapat diatasi jika kita mengerti cara menggunakan prinsip 90/10.  NIKMATILAH HIDUP INI !!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonieanggraini.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonieanggraini.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonieanggraini.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonieanggraini.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonieanggraini.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonieanggraini.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonieanggraini.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonieanggraini.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonieanggraini.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonieanggraini.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonieanggraini.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonieanggraini.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=15&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/02/08/for-inspiration/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a00fc1768a1aa96a029b20fd4aca8534?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nonieanggraini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEKUATAN TERSEMBUNYI PETIR</title>
		<link>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/01/25/kekuatan-tersembunyi-petir/</link>
		<comments>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/01/25/kekuatan-tersembunyi-petir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jan 2008 14:14:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonieanggraini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonieanggraini.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[ 
Satu kilatan petir menghasilkan listrik lebih besar daripada yang dihasilkan Amerika.
 
Di malam hari, saat hujan deras, langit tiba-tiba menyala, tak lama kemudian disusul oleh suara menggelegar. Tahukah Anda bagaimanakah petir luar biasa yang menerangi langit muncul? Tahukah Anda seberapa banyak cahaya yang dipancarkannya? Atau seberapa besar panas yang dilepaskannya?
Satu kilatan petir adalah cahaya terang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=23&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> </p>
<h2>Satu kilatan petir menghasilkan listrik lebih besar daripada yang dihasilkan Amerika.</h2>
<p> <a href="http://nonieanggraini.files.wordpress.com/2008/04/petir2.jpg"></a></p>
<p style="margin-bottom:0.5cm;">Di malam hari, saat hujan deras, langit tiba-tiba menyala, tak lama kemudian disusul oleh suara menggelegar. Tahukah Anda bagaimanakah petir luar biasa yang menerangi langit muncul? Tahukah Anda seberapa banyak cahaya yang dipancarkannya? Atau seberapa besar panas yang dilepaskannya?<span id="more-23"></span></p>
<p style="margin-bottom:0.5cm;">Satu kilatan petir adalah cahaya terang yang terbentuk selama pelepasan listrik di atmosfer saat hujan badai. Petir dapat terjadi ketika tegangan listrik pada dua titik terpisah di atmosfer – masih dalam satu awan, atau antara awan dan permukaan tanah, atau antara dua permukaan tanah – mencapai tingkat tinggi.</p>
<p style="margin-bottom:0.5cm;">
<table dir="ltr" border="0" cellspacing="0" cellpadding="3" width="176" align="left">
<col span="1" width="170"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="170"><img src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/petir.jpg" border="0" alt="" width="162" height="234" align="bottom" /></td>
</tr>
<tr>
<td width="170">
<p style="margin-bottom:0.5cm;">KEINDAHAN YANG TERLIHAT SELAMA SETENGAH DETIK</p>
<p>Sebuah sambaran petir berukuran rata-rata memiliki energi yang dapat menyalakan sebuah bola lampu 100 watt selama lebih dari 3 bulan. Sebuah sambaran kilat berukuran rata-rata mengandung kekuatan listrik sebesar 20.000 amp. Sebuah las menggunakan 250-400 amp untuk mengelas baja. Kilat bergerak dengan kecepatan 150.000 km/detik, atau setengah kecepatan cahaya, dan 100.000 kali lipat lebih cepat daripada suara.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Kilat petir terjadi dalam bentuk setidaknya dua sambaran. Pada sambaran pertama muatan negatif (-) mengalir dari awan ke permukaan tanah. Ini bukanlah kilatan yang sangat terang. Sejumlah kilat percabangan biasanya dapat terlihat menyebar keluar dari jalur kilat utama. Ketika sambaran pertama ini mencapai permukaan tanah, sebuah muatan berlawanan terbentuk pada titik yang akan disambarnya dan arus kilat kedua yang bermuatan positif terbentuk dari dalam jalur kilat utama tersebut langsung menuju awan. Dua kilat tersebut biasanya beradu sekitar 50 meter di atas permukaan tanah. Arus pendek terbentuk di titik pertemuan antara awan dan permukaan tanah tersebut, dan hasilnya sebuah arus listrik yang sangat kuat dan terang mengalir dari dalam jalur kilat utama itu menuju awan. Perbedaan tegangan pada aliran listrik antara awan dan permukaan tanah ini melebihi beberapa juta volt.</p>
<p style="margin-bottom:0.5cm;">Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Suhu pada jalur di mana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat Celcius. Suhu di dalam tanur untuk meleburkan besi adalah antara 1.050 dan 1.100 derajat Celcius. Panas yang dihasilkan oleh sambaran petir terkecil dapat mencapai 10 kali lipatnya. Panas yang luar biasa ini berarti bahwa petir dapat dengan mudah membakar dan menghancurkan seluruh unsur yang ada di muka bumi. Perbandingan lainnya, suhu permukaan matahari tingginya 700.000 derajat Celcius. Dengan kata lain, suhu petir adalah 1/70 dari suhu permukaan matahari. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt. Sebagai pembanding, satu kilatan petir menyinari sekelilinginya secara lebih terang dibandingkan ketika satu lampu pijar dinyalakan di setiap rumah di Istanbul. Allah mengarahkan perhatian pada kilauan luar biasa dari petir ini dalam Qur&#8217;an,</p>
<p style="margin-bottom:0.5cm;">&#8220;&#8230;Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.&#8221; (QS. An Nuur, 24:43)</p>
<p style="margin-bottom:0.5cm;">Kilatan yang terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 96.000 km/jam. Sambaran pertama mencapai titik pertemuan atau permukaan bumi dalam waktu 20 milidetik, dan sambaran dengan arah berlawanan menuju ke awan dalam tempo 70 mikrodetik. Secara keseluruhan petir berlangsung dalam waktu hingga setengah detik. Suara guruh yang mengikutinya disebabkan oleh pemanasan mendadak dari udara di sekitar jalur petir. Akibatnya, udara tersebut memuai dengan kecepatan melebihi kecepatan suara, meskipun gelombang kejutnya kembali ke gelombang suara normal dalam rentang beberapa meter. Gelombang suara terbentuk mengikuti udara atmosfer dan bentuk permukaan setelahnya. Itulah alasan terjadinya guntur dan petir yang susul-menyusul.</p>
<p style="margin-bottom:0.5cm;">Saat kita merenungi semua perihal petir ini, kita dapat memahami bahwa peristiwa alam ini adalah sesuatu yang menakjubkan. Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa semacam itu muncul dari partikel bermuatan positif dan negatif, yang tak terlihat oleh mata telanjang, menunjukkan bahwa petir diciptakan dengan sengaja. Lebih jauh lagi, kenyataan bahwa molekul-molekul nitrogen, yang sangat penting untuk tumbuhan, muncul dari kekuatan ini, sekali lagi membuktikan bahwa petir diciptakan dengan kearifan khusus.</p>
<p style="margin-bottom:0.5cm;">Allah secara khusus menarik perhatian kita pada petir ini dalam Al Qur&#8217;an. Arti surat Ar Ra’d, salah satu surat Al Qur&#8217;an, sesungguhnya adalah &#8220;Guruh&#8221;. Dalam ayat-ayat tentang petir Allah berfirman bahwa Dia menghadirkan petir pada manusia sebagai sumber rasa takut dan harapan. Allah juga berfirman bahwa guruh yang muncul saat petir menyambar bertasbih memujiNya. Allah telah menciptakan sejumlah tanda-tanda bagi kita pada petir. Kita wajib berpikir dan bersyukur bahwa guruh, yang mungkin belum pernah dipikirkan banyak orang seteliti ini dan yang menimbulkan perasaan takut dan pengharapan dalam diri manusia, adalah sebuah sarana yang dengannya rasa takut kepada Allah semakin bertambah dan yang dikirim olehNya untuk tujuan tertentu sebagaimana yang Dia kehendaki.</p>
<p><a href="http://nonieanggraini.files.wordpress.com/2008/04/petir1.jpg"></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nonieanggraini.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nonieanggraini.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonieanggraini.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonieanggraini.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonieanggraini.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonieanggraini.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonieanggraini.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonieanggraini.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonieanggraini.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonieanggraini.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonieanggraini.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonieanggraini.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonieanggraini.wordpress.com&blog=3401774&post=23&subd=nonieanggraini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonieanggraini.wordpress.com/2008/01/25/kekuatan-tersembunyi-petir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a00fc1768a1aa96a029b20fd4aca8534?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nonieanggraini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/petir.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>